qurban

buletin-imm

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. Al-Kautsar: 1-3)

 

Agar Qurban Lebih Terasa Manfaatnya

Assalamu ‘alaikum Wr Wb.

Sebentar lagi Hari Raya Idul Adha tiba, dimana ummat muslim disunnahkan untuk berqurban pada hari tersebut. Berqurban sebagai wujud ketaatan dan kepatuhan kita terhadap ketentuan Allah yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS, karena qurban merupakan salah satu bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Alhamdulillah, hampir setiap tahun di kampus STIEM rutin diadakan pemotongan dan penyaluran hewan Qurban. Untuk tahun ini, teman² di IMM, Senat, & Camp sedang berupaya mengumpulkan hewan qurban dan Insya Allah akan dilaksanakan pada hari pertama Idul Adha dibawah koordinasi Senat dan dipimpin oleh Nurkosim sebagai Ketua Pelaksana.

 

Insya Allah kami memfasilitasi pembelian hewan qurban bagi para mudhahi (pequrban).

Adapun kisaran harga hewan qurban adalah :

· Kambing (±25 kg): Rp. 825.000,-/ekor (30kg:950rb,35kg:1.125jt,40kg:1.275jt,super 46kg:1.455jt)

· Sapi (± 300 kg)    : Rp. 8.650.000,- per ekor ( 400kg:Rp 11.450.000, 500kg:Rp 14.250.000 )

· Sapi Berjama’ah    : Rp. 1.250.000,- per orang (Maks. 7 orang)

Biaya tersebut sudah termasuk biaya penyembelihan dan penyebaran hewan qurban,& harga dapat berubah sewaktu-waktu.

 

Mudhahi juga dapat berinfaq sesuai dengan kesanggupannya, melalui panitia yang akan mendatangi setiap ruangan kuliah. Berapa pun donasi yang masuk, Insya Allah akan digunakan untuk kegiatan Qurban. Jika donasi yang terkumpul mencukupi untuk membeli hewan qurban, maka akan digunakan untuk pembelian hewan qurban.

Atau dapat jg dgn Transfer Dana Qurban melalui rekening :

BCA No.Rek 7480229465 a/n Nur Kosim

Bagi mudhahi yang telah mentransfer dana qurban dan atau donasinya, agar konfirmasi melalui e-mail:

fathulrahman2003@yahoo.com yg berisi Nama, semester dan kampus (minangkabau/kramat), Jumlah Dana Qurban dan atau Donasi dan Nama Bank Tujuan atau

SMS ke nurkosim 081385964217. dgn format *Qurban* -spasi-* Nama *-spasi-* semester dan kampus (minangkabau/kramat) *-spasi-* Jumlah Dana Qurban dan atau Donasi *-spasi-* Nama Bank Tujuan.

 

Untuk Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi

SMS/Telp.:Ketua pelaksana (Nurkosim:081385964217). Sekretaris (Pipih Kurniasari: 085281933792)

         Ketua Umum Senat (Ibnu Fauzul:081386433316). Ketua BaitulMal IMM (Rifan:081363482981)

Yahoo Messenger / email :  Ketua Umum IMM (fathulrahman2003@yahoo.com)

Website/Blog                  : http://www.immstiem.wordpress.com

 

Berikut beberapa Pokok Ibadah Qurban

Sebagian ulama menjadikan ayat kedua dari surat di atas sebagai dalil wajibnya ber-qurban. Sedang sebagian ulama lain berpendapat bahwa qurban hukumnya sunnah muakkad dengan berlandaskan beberapa hadits antara lain:

“Aku diperintahkan menyembelih qurban, dan qurban itu sunnah bagi kamu.” (HR. Tirmidzi)

 

 

Terlepas dari perselisihan para ulama tentang qurban (hukumnya), yang jelas qurban adalah suatu ibadah yang mulia. Sangat tercela bagi orang mampu ber-qurban tapi tak mau melaksanakannya.

Adapun binatang yang dapat dijadi-kan qurban adalah: unta, sapi, atau kerbau, kambing yang tidak cacat seperti pinbang, sangat kurus, sakit, potong telinga, potong ekor dan telah berumur Dengan kriteria sebagai berikut:

1. Kambing domba: berumur satu tahun atau lebih telah berganti gigi telah poel (jawa).

2. Kambing biasa: berumur dua tahun atau lebih.

3. Unta: berumur lima tahun atau lebih.

4. Sapi, kerbau: berumur 2 tahun atau lebih.

Bagi orang yang ber-qurban kambing hanya boleh untuk dirinya sendiri atau untuk dirinya dan seluruh keluarganya, berdasarkan hadits : “Pada masa Rasulullah, seorang laki-laki berqurban untuk dirinya dan keluarganya, lalu dimakan dan diberikan pada orang lain. Sehingga datanglah masa manusia berbangga-bangga dalam ber-qurban, maka jadilah seperti apa yang kamu lihat.”  (HR. Tirmidzi dari Ibnu Majah) Sedang seekor sapi atau unta dibolehkan untuk tujuh orang, berdasarkan hadits:

“Kami menyembelih qurban bersama Rasulul-lah. Pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuah orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.” (HR. Muslim)

Tujuan qurban adalah untuk menggembirakan fakir miskin di hari haji, sebagaimana di hari raya fitri. Mereka digembirakan dengan zakat fitrah. Maka daging qurban hendaknya disedekahkan kecuali sedikit sunnah dimakan oleh yang ber-qurban. Daging qurban tak boleh dijual walau kulitnya.

Para ulama membolehkan memindahkan daging qurban dari satu tempat ke tempat yang lain walaupun jauh. Adapun waktu menyembelinya adalah mulainya setelah selesainya shalat Id sampai mata-hari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijah.

 

Berikut Sabda Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam dalam beberapa hadistnya :

“Barang siapa mempunyai kemampuan tapi ia tidak berqurban maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami” (HR. Ibnu Majah)

“Janganlah kamu menjual daging denda haji dan daging qurban, makanlah dan sedekah-kan dagingnya dan manfaatkanlah kulitnya dan jangan kamu jual.” (HR. Ahmad )

“Barangsiapa menyembelih sebelum shalat hendaknya mengulang.” (Muttafaqqun ‘alaihi)

“Barangsiapa menyembelih sebelum shalat sesungguhnya ia hanya menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa menyembelih setelah shalat maka sempurnalah qurban dan sesuai dengan sunnah kaum muslimin.” ( HR. Bukhari )

“Semua hari tasyrik (tanggal 11 sampai 13 bulan haji) adalah waktu menyembelih korban.” (HR. Ahmad)

Disunnahkan agar orang yang berqurban menyembelih sendiri qurbannya, namun bila tidak ahli hendaknya menyaksikan qurbannya.

Sedangkan adab bagi orang yang menyembelih diperintahkan untuk :

1.        Menghadapkan kepala hewan Qurban kearah kiblat.

2.        Membaca basmalah,

3.        Membaca Sholawat, takbir dan menyebutkan siapa orang yang ber-qurban (“Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma haadza ‘an  ?????  ” (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah kurban ini dari ?? ? [sebutkan namanya]).

4.        Berdoa:“Ya Allah, ini krn perintahMu,aku kerjakan krnMu, terimalah olehMu amalku ini”

Berdasar hadits dari Jabir Radliyallahu ‘anhu

“Saya shalat bersama Rasulullah (Idul Adha), setelah selesai beliau diberi seekor kambing, kemudian beliau menyembelihnya dan beliau berkata: bismillah, Allahu Akbar. Ya Allah ini dari saya dan umat saya yang tidak ber-qurban.”  (HR. Tirmidzi)

Apabila suatu binatang telah diniatkan untuk berqurban, maka disunnahkan agar bulu dan kukunya tidak dipotong mulai dari tanggal 1 bulan Dzulhijah.

Mari, kita syiarkan syariat ini. Kita berkurban dengan harta,  tenaga, dan dengan kemampuan terbaik kita. 

Kami tunggu partisipasi Bapak/Ibu/teman-teman semua.. Menebar Senyum Merajut Ukhuwah

Wassalamu ‘alaikum Wr Wb .

– Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) –

 

Waktu

Kegiatan

Keterangan

Sabtu, 08 Des 2008

08.30 – 09.00

09.00 – 12.00

     12.00 – 16.15

 

·    Pembukaan

·    Pemotongan hewan qurban

·    Penyaluran daging qurban

 

·    Akademik

·    Panitia   

·    Panitia

 

Buletin ini di dukung oleh :

                  logo          

www.alarmelock.wordpress.com  WeLiveToSecure
Alarm  canggih & ekonomis. Dengan system remote control & PIN
Hub 021-92132648

 

 

TIM REDAKSI

Penerbit : IMM  PRESS. IMM STIE Muhammadiyah Jakarta. Sekretariat Kampus (1) Jl. Kramat Raya No.49 Lt 4    (2) Jl Minangkabau No.60 Jakarta. Penanggung jawab umum: Fathul Rahman Alwi ( Ketua Umum IMM STIEM ). Redaktur : Farah ( KaBid Hikmah & Pers ) 021-98687060. BPH IMM  STIEM : Tahmid Akbar (KaBid Organisasi). Wiwin Mugiono (KaBid Kader&dakwah). Fryta Septiani (KaBid Immawati). Risma Iriyanti (Sekretaris Umum). Risa Yulianti(Bendahara Umum). Rifan Abdul (Ketua Baitul Mal wa Tamwil IMM).     http://www.immstiem.wordpress.com

Saran, kritik, dan dukungan anda kami harapkan untuk perbaikan di bulletin kami selanjutnya. Untuk iklan & Sponsor dapat menghubungi Redaktur & sekretariat IMM.

 

 

Beberapa kesimpulan para ulama mengenai Ibadah dan Hukum Qurban

[1]. Orang yang berkurban boleh memanfaatkan kurbannya dengan memakan sebagiannya, menshadaqahkan sebagiannya, memberi makan orang lain dan memanfaatkan apa yang dapat dimanfaatkan.

[2]. Para ulama sepakat, orang yang berkurban dilarang menjual dagingnya.

[3]. Tentang menjual kulit kurban, para ulama berbeda pendapat.a).  Tidak boleh. Ini pendapat mayoritas ulama. Dan ini yang paling selamat, Insya Allah.b). Boleh asal dengan barang, bukan dengan uang. Ini pendapat Abu Hanifah, Tetapi Asy-Syafi’i menyatakan, bahwa menukar dengan barang juga merupakan jual-beli.c).  Boleh. Ini pendapat Abu Tsaur. Tetapi pendapat ini menyelisihi hadits-hadits ( dapat dilihat secara lengkap di Mading IMM dan Blog IMM ( http://www.immstiem.wordpress.com )

[4]. Jika kulit dijual, maka –yang paling selamat- uangnya (hasil penjualan) dishadaqahkan. Wallahu ‘alam bish shawab.Pengelola penyembelihan binatang kurban tidak boleh gegabah dan serampangan mengambil kesimpulan hukum tentang kulit. Misalnya mengambil inisiatif menjual kulit yang hasilnya untuk kepentingan masjid atau diluar lingkup ketentuan yang diperbolehkan. Wallahu a’lam[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun VIII/1425H/2004M,

Penulis Ustadz Muslim Al-Atsari. Penebit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo –Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo – Solo 57183]

 

Bosan Jadi Penerima Daging Qurban

Oleh Bayu Gawtama ( Relawan dan motivator ACT-aksi cepat tanggap )

Tahun lalu, seorang sahabat bertandang ke rumah dan mengungkapkan satu keinginan orang tuanya. “Ibu saya bilang sudah bosan menjadi penerima daging qurban. Ibu ingin sekali tahun depan keluarga kami bisa menyembelih seekor hewan qurban, ” begitu lirih sahabat saya.Saya menyentuh tangannya, memegangnya erat-erat sambil berkata, “kamu bisa mewujudkan keinginan ibumu. Tahun depan itu masih ratusan hari lagi, dan sangat mungkin itu bisa terealisasi, ” saya menepuk semangatnya.Apa yang terjadi setelah hampir satu tahun kemudian adalah sesuatu yang sudah bisa terduga. Belum lama ia menelepon dan bertanya tentang harga seekor kambing untuk qurban. “Saya punya tabungan delapan ratus ribu, apakah sudah cukup untuk membeli seekor kambing?” tanyanya bersemangat. Tentu saja uang sejumlah itu sudah lebih dari cukup untuk seekor kambing.Ia pun membawa kabar gembira itu kepada ibunya di rumah dan mengatakan akan segera ada hewan qurban di rumah itu. Semua anggota melonjak kegirangan dan air mata bahagia tak tertahankan tumpah ruah bersamaan dengan datangnya kabar tersebut. Bahwa ia, sahabat saya itu, lelaki satu-satunya di keluarga itu semenjak sang Ayah berpulang sebelas tahun yang lalu, akhirnya bisa mewujudkan mimpi sang ibu untuk berqurban.Menurutnya, lantaran keluarga mereka termasuk dalam kategori keluarga miskin, maka setiap tahun pula mereka selalu mendapatkan jatah zakat fitrah maupun daging qurban. Bahkan setiap kali ada perayaan hari besar Islam yang menyertakan acara santunan bagi anak-anak yatim piatu, ia beserta ketiga adiknya tak pernah terlewat dalam catatan panitia penyelenggara sebagai penerima santunan. Tidak hanya itu, bahkan sang ibu pun masuk dalam daftar penerima, dengan status janda miskin.Tahun ini, merupakan tahun paling membahagiakan di keluarga itu. Bayangkan, bukan bermaksud menyombongkan diri jika di hari raya Idul Adha nanti keluarga ini akan menolak kiriman daging qurban dari panitia di masjid. Dengan sedikit bangga mereka akan berkata, “Terima kasih, kami keluarga pequrban. Silahkan berikan kepada yang lain yang lebih berhak”.Kalimat bangga semacam ini pula yang belum lama ini mereka miliki menjelang hari raya Idul Fitri. Keluarga itu memohon kepada panitia zakat untuk tak memasukkan namanya dalam daftar mustahik tahun ini. Dan luar biasa, hal itu memang mereka lakukan karena keinginan kuat mereka untuk memerbaiki kualitas dan taraf hidup mereka. “Siapa yang mau seumur hidup menyandang status fakir miskin? Kami harus berubah”.Sepakat dengan semangat keluarga ini. Bagaimana pun hidup dibayangi belas kasihan orang lain tetaplah tidak nyaman. Senikmat-nikmatnya makanan adalah yang dihasilkan dari jerih payah dan hasil memeras keringat sendiri, bukan dari pemberian orang lain, bukan dari usaha tangan di bawah alias meminta-minta.Si Sulung, sahabat saya ini pun membawa keluarganya pada posisi yang lebih terhormat. Mereka bukan lagi golongan mustahik, melainkan muzakki. Ia senantiasa bersedekah dan berinfak, tak lagi berharap sedekah orang untuk menghidupi ibu dan adik-adiknya. Dan di hari raya Idul Qurban tahun ini, keluarga ini benar-benar akan mengatakan, “kami bosan menjadi penerima daging qurban”.Sungguh, berinfak, sedekah, membayar zakat, juga berqurban, tak semata menjalankan perintah Allah. Secara langsung semua aktifitas ‘tangan di atas’ ini serta merta meningkatkan derajat seseorang. Baik derajat ketaqwaan di mata Allah, maupun derajat sosial di mata masyarakat sekitarnya. Wallaahu ‘a’lam (gaw)

 

Syiar& Syair :  ST12 – Kebesaran-MU

Kau tempatku mengadu hati. Pemberi segala hidup.

Dunia dan seisinya milik-Mu. Mencintai-Mu sejati

Ku manusia yang penuh dosa.Berharap ampunan-Mu

Lihat di langit kesempurnaan hadir-Mu .Kau cinta pertama dalam hidup

Reff: Allahu Akbar Maha besar .. Memuja-Mu begitu indah ..

Selalu Kau berikan semua .. Kebesaran-Mu Tuhan ..

  1. lam kenal dari IMM Kab.Berau STIEM Tanjung Redeb

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: